Jalan Maut Aceh-Sumut Kembali Memakan Korban, Buluh Didi dan Tanjakan Kedabuhan Diteror Jurang Tanpa Pembatas

SYAHBUDDIN PJ

- Writer

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:28 WIB

50237 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Sumut |detikaceh.com Pakpak Bharat Subulussalam Kecelakaan tunggal kembali terjadi di ruas jalan nasional perbatasan Aceh-Sumatera Utara.Sabtu (02/05/2026), satu unit mobil pengangkut telur ayam mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Buluh Didi, Kabupaten Pakpak Bharat.

Mobil bermuatan telur ayam itu diduga hilang kendali saat melintasi turunan tajam dan tikungan sempit yang langsung berbatasan dengan jurang curam.

Yang membuat miris, di lokasi tersebut nyaris tidak terdapat pembatas pengaman jalan atau guardrail besi yang dapat menahan kendaraan saat tergelincir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, sedikit saja sopir kehilangan kendali, kendaraan bisa langsung terjun ke bawah.

Peristiwa ini bukan kejadian pertama. Kawasan Buluh Didi sudah sangat dikenal masyarakat lintas Aceh-Medan sebagai salah satu titik paling menyeramkan karena:

Tikungan tajam, turunan curam,
badan jalan sempit,serta jurang menganga di sisi jalan tanpa pembatas keselamatan.
Hampir setiap bulan, kendaraan dilaporkan terguling maupun nyaris masuk jurang di kawasan ini.

Tanjakan Kedabuhan Lebih Ganas, Mobil Muatan Berat Kerap Terguling ke Bawah
Bukan hanya Buluh Didi, jalur maut lainnya yang selalu membuat sopir menahan napas adalah Tanjakan Kedabuhan

Di titik ini kendaraan besar bermuatan berat seperti: truk sembako,mobil pengangkut hasil bumi,material bangunan,
hingga angkutan logistik,sering mengalami gagal nanjak, rem blong, mundur tak terkendali, lalu terguling bahkan jatuh ke bawah.

Penyebab utamanya juga sama:
jalan menanjak ekstrem, tikungan sempit, jurang dalam, dan yang paling fatal tidak adanya pembatas pengaman yang kokoh di pinggir jalan

Para sopir menyebut Kedabuhan sebagai jalur yang sangat menakutkan, karena saat kendaraan kehilangan tenaga atau tergelincir, tidak ada pelindung yang bisa menahan laju mobil dari bibir jurang.

“Kalau di sana salah sedikit saja habis. Jurang langsung di samping roda, pembatas pun tidak ada. Mobil besar sering terguling ke bawah,” ujar salah seorang sopir lintas.

Buluh Didi dan Kedabuhan Seolah Dibiarkan Menjadi Jalur Pembunuh Dua titik ini kini seperti menjadi ancaman tetap di jalan nasional Aceh-Sumut Buluh Didi turunan maut tanpa guardrail.
Tanjakan Kedabuhan tanjakan ekstrem jurang terbuka tanpa pembatas.

Padahal jalur tersebut setiap hari dilalui kendaraan penumpang, mobil sekolah, bus antar provinsi, serta truk pengangkut kebutuhan masyarakat.

Sejumlah laporan tentang kondisi rawan di ruas Subulussalam–Pakpak Bharat memang telah lama mencatat minimnya pengaman jalan dan tingginya risiko kendaraan terperosok di area jurang lintas nasional tersebut.

Namun sampai hari ini, masyarakat menilai belum ada penanganan serius yang benar-benar menyeluruh.Masyarakat: Jangan Tunggu Banyak Korban Baru Pasang Pembatas

Warga Aceh-Sumut kini mendesak pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, Pemerintah Sumatera Utara, serta Balai Jalan Nasional agar tidak lagi menutup mata.

Masyarakat meminta pemasangan guardrail besi sepanjang bibir jurang, pembangunan jalur penyelamat kendaraan rem blong,pelebaran badan jalan, pemotongan tikungan tajam, marka dan lampu penerangan.

Karena selama pembatas jurang tidak dipasang, maka setiap kendaraan yang melintas di Buluh Didi dan Kedabuhan sejatinya sedang mempertaruhkan nyawa.

Jalan nasional ini bukan sekadar lintasan penghubung provinsi tetapi perlahan berubah menjadi jalur pembunuh yang setiap saat siap menelan korban baru.

Redaksi: Detikaceh.com. Laporan Syahbudin Padank

Berita Terkait

Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan
Pasca-Penerbitan SP3, Tim Kuasa Hukum Muhammad Amin dkk Layangkan Somasi Terbuka Terkait Dugaan ‘Trial by the Press’
Misteri Mess Sabang Kembali Mencuat, Mengapa Proyek Mangkrak Bernilai Puluhan Miliar Kembali Dilelang?
Mangkrak Bertahun-Tahun, Proyek Lanjutan Mess Sabang Bernilai Puluhan Miliar Kembali Ditender, Pergantian Kepala UKPBJ Picu Tanda Tanya
Melalui BNIdirect Bisnis, BNI Dukung Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM
Genderang Perang Terhadap Mafia BBM: Polres Nagan Raya Amankan 2 Ton Bio Solar Ilegal
Gelar Jumat Sehat, Plt. Kepala Lapas Narkotika Langkat Pimpin Jalan Santai Sekaligus Kontrol Area Brandgang
Dedikasi Tanpa Batas, Kanit Tipiter Polres Simalungun Diganjar Penghargaan Ungkap Perdagangan Satwa Dilindungi

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:25 WIB

Gelar Konferensi Pers, Pemkab Nagan Raya Luruskan Isu Tunjangan Pegawai RSUD SIM

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:41 WIB

20 Anggota Brimob Batalyon C Pelopor Polda Aceh Terima Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:57 WIB

PT Ryanda Utama Aceh Beri Ucapan Selamat atas Grand Opening Cek Lan Kupi di Nagan Raya

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:20 WIB

Sinergi Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kilogram Sabu Asal Tailan di Lhokseumawe

Senin, 22 Juni 2026 - 01:12 WIB

Joni Sitepu Tegaskan Keadilan Tak Boleh Kalah oleh Korporasi, DPRD Langkat Siap Kawal Perjuangan Keluarga Sembiring

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:22 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80: Polsek Seunagan Gelar Aksi Bersih-Bersih Rumah Ibadah Bersama Warga

Senin, 15 Juni 2026 - 17:42 WIB

Ahmad Zusrizal Dominasi Kategori Pro, Ini Daftar Juara Umum Kejurprov Grasstrack Kapolres Nagan Raya Cup 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:04 WIB

Tolak Investasi Tambang, DPD LSM Trinusa Aceh Dukung Penuh Perjuangan Masyarakat Beutong Ateuh

Berita Terbaru