Tolak Investasi Tambang, DPD LSM Trinusa Aceh Dukung Penuh Perjuangan Masyarakat Beutong Ateuh

REDAKSI NAGAN RAYA - ACEH BARAT

- Writer

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:04 WIB

50273 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGAN RAYA : Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara Indonesia (DPD LSM Trinusa) Provinsi Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, dalam mempertahankan tanah adat mereka dan menolak izin investasi pertambangan di wilayah tersebut.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua DPD LSM Trinusa Provinsi Aceh sekaligus Ketua DPC LSM Trinusa Nagan Raya, Yusri Mahendra (yang akrab disapa Abu Laot), melalui pesan tertulis pada Kamis (11/6/2026). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Beutong Ateuh untuk tetap solid dan bersatu.

“Masyarakat Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, harus tetap bersatu mempertahankan tanah leluhurnya dan dengan tegas menolak segala bentuk perizinan investasi tambang di sana,” ujar Abu Laot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Potensi Dampak Ekologis dan Bencana yang Meluas. Menurut Abu Laot, jika kawasan pegunungan dan lembah Beutong Ateuh dipaksakan untuk dibuka bagi investasi pertambangan, dapat dipastikan akan terjadi kerusakan lingkungan yang parah dan memicu bencana geologi. Dampak destruktif ini tidak hanya dirasakan oleh warga lokal, tetapi juga akan meluas ke wilayah sekitarnya seperti Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Gayo Lues.

LSM Trinusa memetakan beberapa ancaman krusial jika eksploitasi tambang tersebut tetap berjalan:

Ancaman Bencana Hidrologis Masif (Banjir & Longsor): Beutong Ateuh diapit oleh dua ekosistem terbesar di Aceh, yaitu Ulu Masen dan Leuser, serta dibelah oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureubo yang sangat besar. Kerusakan di wilayah hulu dipastikan akan memicu banjir bandang, tanah longsor, dan kiriman material lumpur/kayu dalam skala masif yang bermuara hingga ke Aceh Barat (Meulaboh), Aceh Jaya, hingga berpotensi menenggelamkan wilayah Kabupaten Nagan Raya secara keseluruhan.

Lumpuhnya Akses Vital Antar-Wilayah:
Pegunungan Beutong Ateuh, yang dilalui oleh jalur lintas tengah (termasuk kawasan Gunung Singgah Mata), merupakan urat nadi penghubung utama ke pedalaman Aceh. Jika jalur darat ini hancur akibat aktivitas pertambangan, akses yang menghubungkan Pantai Barat Aceh dengan dataran tinggi Gayo (Aceh Tengah dan Gayo Lues) akan lumpuh total, sehingga daerah-daerah tersebut terancam terisolasi secara ekstrem.

Kerusakan Ekosistem dan Krisis Ketahanan Pangan: Kawasan ini adalah benteng pertahanan ekologis dan daerah resapan air. Hancurnya Beutong Ateuh akan menghilangkan fungsi hidrologis dan klimatologisnya. Dampak jangka panjangnya adalah kekeringan ekstrem di satu sisi, dan ancaman gagal panen massal di wilayah penyangga akibat terganggunya siklus iklim lokal.

Di akhir pernyataannya, Abu Laot kembali mengingatkan semua pihak bahwa pesona alam dan keseimbangan ekosistem Beutong Ateuh adalah warisan yang harus dijaga demi keselamatan generasi Aceh di masa depan. (*)

Berita Terkait

Didampingi Yarmaliza, Dari Kampus untuk Desa, DPM FIK UTU Hadirkan TEMPE BERDAYA: Inovasi Pangan Lokal untuk Ekonomi dan Pencegahan Stunting
Tambang Ilegal Nagan Raya Bukan Kejahatan Kecil, Ratusan Ekskavator Diduga Jadi Bukti Pembiaran Lama
Aris Wandi Sampaikan Selamat dan Sukses untuk Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto
Jumat Berkah, Polres Nagan Raya Dekatkan Polri dengan Masyarakat Seunagan Timur
Keberanian Warga, Arogansi PT AJB: Sengketa Tanah Geunang Jadi Alarm Penyalahgunaan Izin Tambang
Listrik Sering Padam Pengolahan Gabah Terganggu Di Nagan Raya Petani Minta PLN Serius Tanganinya 
Pemindahan Dapur MBG ke Sekolah Dinilai Perlu Dikaji, Efisiensi Anggaran Harus Jadi Pertimbangan
Saleh Ali PJ Keuchik Gampong Blang Baro Rambong Serahkan Stempel Keuchik Kepada Mustafa

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Bea Cukai, BNN, dan Polri Ungkap Clandestine Laboratory Sabu di Pidie, Aceh.

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolres Pidie Perkuat Sinergi dengan Ulama, MPU Siap Dukung Pemeliharaan Kamtibmas

Rabu, 30 September 2026 - 04:46 WIB

Solar Industri Mengalir Lancar Ke Hutan Geumpang, SPBU Dan Jalur BBM Ilegal Tak Pernah Disentuh Aparat

Selasa, 29 September 2026 - 20:26 WIB

Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan

Rabu, 23 September 2026 - 00:27 WIB

Kongkalikong Setoran Alat Berat di Geumpang Dipersoalkan, Aparat Didesak Telusuri Jalur Modal dan Pemilik Tambang

Selasa, 22 September 2026 - 22:36 WIB

https://acehmerdeka.online/2026/09/22/aliansi-pulo-loih-buka-suara-soal-keadilan-dugaan-setoran-mengalir-ke-oknum-berseragam-tambang-cina-dipertanyakan/

Selasa, 22 September 2026 - 07:48 WIB

Tambang Emas Geumpang Tak Cukup Ditertibkan dengan Membakar Peralatan, Publik Minta Bongkar Aktor dan Aliran Modalnya

Selasa, 22 September 2026 - 02:45 WIB

Tenda Penambang Lokal Dibumi Hanguskan, Ekskavator Diduga Terhubung Pemodal Asing Tetap Berdiri, Siapa di Baliknya?

Berita Terbaru

GAYO LUES

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:01 WIB