Gubernur Aceh Tegaskan JKA Tetap Berjalan, Evaluasi Fokus pada Data Penerima dan Anggaran

Detik Aceh

- Writer

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:14 WIB

50168 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf  menegaskan kembali komitmen Pemprov Aceh untuk terus melanjutkan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) demi layanan kesehatan masyarakat. Penegasan ini disampaikan Mualem usai agenda silaturahmi bersama para ulama di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Sabtu (9/5/2026).

Mualem memastikan bahwa pelaksanaan JKA tetap berjalan normal seperti biasanya, namun kali ini pemerintah sedang melakukan evaluasi dan penertiban internal. Evaluasi ini dilakukan karena kondisi keuangan Aceh mengalami penurunan sehingga pemerintah perlu memastikan dana yang terbatas tetap tepat sasaran dan tidak menimbulkan kebocoran.

“JKA itu macam biasa, cuma kita evaluasi sebentar. Bahwasanya kita tertibkan karena duit kita sudah kurang,” ujar Mualem di hadapan awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, penataan ulang JKA terutama menyasar keakuratan data penerima manfaat program, bukan penghentian ataupun pembatasan hak kesehatan masyarakat. Selama ini, kata Mualem, ditemukan berbagai kejanggalan dan ketidakakuratan dalam data penerima JKA, mulai dari peserta ganda hingga data warga yang sudah meninggal dunia namun masih tercatat sebagai penerima dan pembayaran premi tetap berjalan.

“Ini mana data orang mati pun enggak tahu, enggak jelas. Ini yang perlu kita evaluasi, jangan asal ambil saja, pasoe lam bheb (masukkan dalam saku),” ungkap Mualem, menyoroti pentingnya pengelolaan data yang transparan dan akuntabel.

Penegasan itu disampaikan Mualem untuk meluruskan berbagai informasi simpang siur soal masa depan JKA di tengah masyarakat. Ia mengatakan, pemerintah tidak pernah berniat menggugurkan program yang selama ini menjadi andalan akses kesehatan masyarakat Aceh. Namun, kondisi fiskal Aceh yang kian menantang memaksa pemerintah untuk lebih selektif dan efisien dalam pengelolaan anggaran daerah.

Dalam pertemuan bersama para ulama, Mualem juga menjelaskan bahwa isu pengurangan atau penghentian JKA yang beredar selama ini tidaklah benar. “Apa yang terjadi saat ini, tidak seperti yang tersebar belakangan ini seperti desas-desus JKA. Bagi kami Pemerintah Aceh tidak bermaksud untuk mematikan uang JKA. Jadi abon, abu, dan teungku semuanya, kita sedang kewalahan,” ujarnya berdialek Aceh.

Sebelumnya, lanjut Mualem, anggaran Aceh pernah berada di angka Rp20 triliun namun saat ini hanya tersisa Rp11 triliun. Penurunan ini membuat pemerintah harus mengambil langkah efisiensi dan evaluasi di berbagai sektor, termasuk JKA, agar program tetap berjalan berkelanjutan tanpa menimbulkan beban baru.

Mualem menggunakan perumpamaan khas Aceh untuk menggambarkan situasi terkini keuangan daerah, “Tatarek ule ka teuhah ikue, tatarek ikue ka teuhah ule, jadi menan lah,” yang menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengambil kebijakan fiskal agar dana terbatas tetap memberi manfaat optimal.

Pemerintah Aceh meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak benar. Proses evaluasi, menurut Mualem, semata-mata demi perbaikan dan penyelamatan anggaran, serta memastikan JKA benar-benar dinikmati warga yang memang berhak. Pemerintah juga mempertegas tidak ada niat untuk menonaktifkan JKA, namun optimasi data dan dana menjadi langkah penting agar program terus berkelanjutan dan semakin tepat sasaran, terutama di tengah kondisi keuangan Aceh yang sedang diuji. (*)

Berita Terkait

Bupati Abdya Dinilai Panik dan Lempar Bola, Mahasiswa: Sibuk Urus DPRA Tapi Kinerja Sendiri Bobrok!
Sekolah Rakyat Hadir di Aceh, Wujud Nyata Dukungan Mualem–Dek Fadh untuk Pendidikan Anak
Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika
Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan
Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 7 Pejabat Utama dan 9 Kapolres Jajaran Polda Aceh
Bea Cukai Aceh Gagalkan Dugaan Penyelundupan 2,9 Kg Emas ke Malaysia
IPAU Lantik Pengurus IPEMAPA Banda Aceh, Ketum Soroti Nilai Positif Feodal dalam Organisasi
Pastikan Struktur Enang-Enang Diperkuat, Kaposwil Satgas PRR Aceh: Boleh tapi Keselamatan Warga di Atas Segalanya

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Pengembangan Kasus Berbuah Hasil, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ringkus Dua Pelaku dan Sita Ratusan Gram Ganja

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:53 WIB

Seluruh Personel Polsek Blangkejeren dan Pospol Blangpegayon Lulus Tes Urine dalam Kegiatan Gaktibplin

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:30 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gayo Lues: Tingkatkan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:33 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 19 Paket Narkotika Seberat 4,34 Gram

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:24 WIB

Banjir Rendam Jalan dan Putuskan Jembatan, Polri Pastikan Mobilitas Warga Tetap Terlayani

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:39 WIB

Brimob Polda Aceh, Tangguh Dan Tulus Mengayomi Masyarakat Gayo Lues

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:42 WIB

Berkat Penanganan HK, Jalan Nasional di Tetumpun yang Tertutup Longsor Kini Kembali Bisa Dilintasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:55 WIB

Tradisi Pemberangkatan Personel Batalyon D Pelopor Dalam Rangka Pendidikan SIP 56 Tahun 2026

Berita Terbaru