Medan – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Ali Sadikin, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV Tahun 2026.
Kegiatan yang diikuti para kader Tani Merdeka Indonesia dari Provinsi Aceh dan Sumatera Utara tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juli 2026, di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara, Medan.
Ali Sadikin memberikan apresiasi kepada jajaran DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh dan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Atas nama keluarga besar DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Nagan Raya, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Diklat TMI Angkatan IV Tahun 2026. Semoga kegiatan ini mampu melahirkan kader-kader Tani Merdeka Indonesia yang berintegritas, berkompeten, serta siap menjadi penggerak kemajuan sektor pertanian di daerah masing-masing,” ujar Ali Sadikin.
Menurutnya, pendidikan dan pelatihan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian sekaligus memperkuat soliditas organisasi.
Ali Sadikin berharap ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh para peserta selama mengikuti diklat dapat diimplementasikan untuk mendukung program-program pemberdayaan petani serta mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV Tahun 2026 resmi ditutup secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara. Muhammad Bobby Afif Nasution, yang lebih dikenal sebagai Bobby Nasution.

Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembinaan kader Tani Merdeka Indonesia yang diikuti peserta dari berbagai daerah yakni Aceh dan Sumut.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara menyampaikan pesan agar seluruh kader Tani Merdeka Indonesia terus menjadi penggerak kemajuan sektor Ucapnya Bobby Nasution.
Menurutnya, pertanian merupakan sektor strategis yang menjadi penopang ketahanan pangan nasional, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki integritas, semangat pengabdian, serta kemampuan berinovasi.
Gubernur juga mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti diklat di daerah masing-masing. Ia berharap kader Tani Merdeka Indonesia mampu menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia. Tutupnya. (*)



































