Lambang Garuda Pancasila Dirusak dalam Rangkaian Kericuhan Hari Damai Aceh

Detik Aceh

- Writer

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:04 WIB

50403 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Peristiwa perusakan lambang Garuda Pancasila terjadi di Banda Aceh pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bersamaan dengan memanasnya rangkaian peringatan Hari Damai Aceh ke-21. Insiden ini bermula dari bentrokan di kompleks Masjid Raya Baiturrahman dan berlanjut hingga memicu kericuhan saat massa bergerak ke Pendopo Gubernur Aceh.

Kericuhan bermula usai salat Zuhur, ketika aparat melarang aksi pengibaran bendera Bulan Bintang oleh sejumlah peserta aksi di kompleks masjid. Teguran aparat itu berujung gesekan, saling lempar batu, hingga aparat membalas dengan beberapa kali tembakan peringatan dan gas air mata untuk membubarkan massa yang semakin tidak terkendali.

Sebagian massa kemudian bergerak menuju Pendopo Gubernur Aceh dengan membawa bendera Bulan Bintang. Ketika tiba di area pendopo, massa memasuki halaman, menurunkan bendera Merah Putih yang terpasang, dan mengganti dengan bendera Bulan Bintang. Aksi tersebut tidak berhenti di situ. Massa juga mencopot lambang Garuda Pancasila dari salah satu bagian bangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Simbol negara itu kemudian diseret di jalanan, diikat bersama bendera Merah Putih, dan diinjak-injak oleh sejumlah peserta aksi di kawasan sekitar pendopo, bahkan hingga melewati depan Kodim saat massa kembali melanjutkan arak-arakan menuju Gedung DPR Aceh.

Peristiwa ini mencoreng peringatan dua dekade lebih perdamaian Aceh, dan menimbulkan keprihatinan luas atas tindakan perusakan simbol negara yang selama ini menjadi pemersatu bangsa. Hingga malam, aparat gabungan masih melakukan penjagaan ketat di sejumlah titik strategis untuk mencegah meluasnya ketegangan di ibukota Provinsi Aceh.

Berita Terkait

Sorotan Pengadaan Distanbun Aceh: Temuan BPK Rp614,9 Juta, Paket Bibit, hingga Genset Rp320 Juta
Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Kampus Bungkam Tanpa Penjelasan Resmi
Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada
Getar Desak APH Usut Tuntas Administrasi Pengangkatan Irban Inspektorat Aceh
Pergantian Inspektur Aceh Disorot, Publik Desak Pemerintah Buka Alasan dan Proses Penunjukan Plt

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Bea Cukai, BNN, dan Polri Ungkap Clandestine Laboratory Sabu di Pidie, Aceh.

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolres Pidie Perkuat Sinergi dengan Ulama, MPU Siap Dukung Pemeliharaan Kamtibmas

Rabu, 30 September 2026 - 04:46 WIB

Solar Industri Mengalir Lancar Ke Hutan Geumpang, SPBU Dan Jalur BBM Ilegal Tak Pernah Disentuh Aparat

Selasa, 29 September 2026 - 20:26 WIB

Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan

Rabu, 23 September 2026 - 00:27 WIB

Kongkalikong Setoran Alat Berat di Geumpang Dipersoalkan, Aparat Didesak Telusuri Jalur Modal dan Pemilik Tambang

Selasa, 22 September 2026 - 22:36 WIB

https://acehmerdeka.online/2026/09/22/aliansi-pulo-loih-buka-suara-soal-keadilan-dugaan-setoran-mengalir-ke-oknum-berseragam-tambang-cina-dipertanyakan/

Selasa, 22 September 2026 - 07:48 WIB

Tambang Emas Geumpang Tak Cukup Ditertibkan dengan Membakar Peralatan, Publik Minta Bongkar Aktor dan Aliran Modalnya

Selasa, 22 September 2026 - 02:45 WIB

Tenda Penambang Lokal Dibumi Hanguskan, Ekskavator Diduga Terhubung Pemodal Asing Tetap Berdiri, Siapa di Baliknya?

Berita Terbaru

GAYO LUES

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:01 WIB