25 Korban Banjir di Bireuen Diduga Setor Rp500 Ribu Usai Terima Bantuan, Keuchik Klaim Inisiatif Warga

Detik Aceh

- Writer

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:10 WIB

50205 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN |  Sebanyak 25 korban bencana banjir di Gampong Geundot, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, diduga harus menyerahkan uang sebesar Rp500 ribu per orang kepada keuchik setelah menerima bantuan pemerintah. Uang itu dikumpulkan usai para penerima mendapat bantuan jatah hidup (jadup) senilai Rp1,3 juta per jiwa, serta bantuan perabotan rumah tangga sebesar Rp8 juta per kepala keluarga dari Kementerian Sosial RI.

Pembagian bantuan tersebut dilakukan langsung oleh penerima di Kantor Pos Matang Glp Dua, Kecamatan Peusangan. Namun, seusai pencairan, muncul kabar bahwa setiap penerima bantuan menyerahkan sebagian uang mereka. “Seluruh uang yang diambil diserahkan kepada keuchik. Selanjutnya kami tidak tahu uang itu dibawa ke mana,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya kepada wartawan.

Saat dikonfirmasi, Keuchik Gampong Geundot, Munzilin, membenarkan adanya penyerahan sejumlah uang dari para penerima bantuan. Munzilin menegaskan bahwa proses tersebut tidak ada unsur paksaan atau permintaan darinya. Ia mengatakan, 25 penerima telah sepakat duduk bersama dan memutuskan sendiri nominal yang akan diserahkan setelah mendapat bantuan. Ia turut mengungkap, dalam daftar penerima, ada juga anggota polisi yang ikut menerima bantuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak 25 orang tersebut berembuk dan duduk bersama. Per orang mengambil uang dari bantuan itu sebesar Rp500 ribu. Setelah dikumpulkan, uang itu diserahkan kepada saya, lalu saya bagikan untuk perangkat gampong,” jelas Munzilin. Menurutnya, pembagian uang itu dilakukan secara internal untuk perangkat desa.

Dirinya memastikan penyerahan uang ini atas dasar inisiatif para penerima bantuan. Munzilin juga membantah bahwa nominal Rp500 ribu tersebut adalah permintaannya. “Saya tidak meminta. Mengapa Rp500 ribu? Itu hasil kesepakatan mereka sendiri, saya tidak intervensi sama sekali,” katanya.

Namun, informasi di lapangan menyebutkan sempat ada penerima bantuan yang ingin menyerahkan Rp300 ribu saja. Akan tetapi, akhirnya nominal yang diserahkan tetap Rp500 ribu per orang karena alasan menjaga keseragaman sesuai hasil rembukan bersama.

Praktik pengumpulan uang dari bantuan sosial korban banjir dengan dalih apapun sebenarnya bertentangan dengan aturan pemerintah. Pemerintah pusat sebelumnya sudah mengingatkan agar tidak ada pemotongan bantuan apapun bentuknya kepada korban bencana. Pungutan semacam ini dikhawatirkan bisa menyalahi aturan dan mengurangi hak para warga terdampak.

Hingga kini, sejumlah warga masih mempertanyakan transparansi penggunaan dana yang telah dikumpulkan. Isu mengenai pemotongan bantuan ini pun menuai perhatian dan menjadi bahan perbincangan warga setempat, terutama di masa sulit pasca bencana yang masih dirasakan korban banjir. (*)

Berita Terkait

Perkuat Sinergitas, Kapolres Bireuen Hadiri Bazar Pasar Murah Sambut HUT TNI Ke-81
Kapolres Bireuen Hadiri Pembukaan AKSIOMA Kemenag Kabupaten Bireuen Tahun 2026
Peringati HKGB Ke-74, Bhayangkari Cabang Bireuen Gelar Olah Raga dan Donor Darah
Pocil Binaan Polres Bireuen Ikuti Lomba Polisi Cilik Tingkat Jajaran Polda Aceh Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71
Kapolres Bireuen Hadiri Donor Darah Milad Ke-60 Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)
Murah Senyum, Polisi dari Satlantas Polres Bireuen Ajak Murid TK Mengenal Rambu Lalu Lintas Lewat Permainan
Kapolres Bireuen Tegaskan Polri sebagai Mitra Strategis Organisasi Ulama di Kabupaten Bireuen
Polres Bireuen Tingkatkan Kompetensi Kehumasan untuk Mendukung Penyampaian Informasi Kepolisian yang Transparan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Uji Keabsahan Pencalonan Nasti! Syarat Domisili dan Dokumen Kependudukan Jadi Pokok Keberatan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Bola Panas Pilkades Lae Mbersih: Pelanggaran Diakui, Sanksi Masih Abu-Abu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:13 WIB

Sanggahan Belum Final, Berita Sudah Terbit! Tim Suryadi Pertanyakan Transparansi P2K Lae Ikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Pers Jangan Dibungkam! Pemerintah Harus Siap Dikritik, Kapolsek Simpang Kiri Damaikan SWI dan Pj Kepala Desa Buluh Dori

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Pajri Manik Buka Suara soal Pilkades Bawan: Khairul Sahri Disebut Sah, Persoalan PAW BPG Dinilai “Salah Kamar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Kejar Jaringan Pemasok Ganja, Bea Cukai Lhokseumawe dan Bareskrim Polri Tangkap Kurir di Nagan Raya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Polres Lhokseumawe Tangkap Dua Pelaku Penculikan Warga Kaltim diduga Akibat Utang Rp124 Juta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Kuasa Hukum Yakarim Munir Tegaskan Kliennya Tempuh PK, Dodi Candra: “Perkara Ini Lebih Tepat Ranah Perdata

Berita Terbaru